pendidikan guru sekolah dasar
Dhe'Echi sedang berusaha sangat keras untuk mem...
hmm
Minggu, 22 Januari 2012
Kamis, 05 Januari 2012
model pembelajaran web
Model pembelajaran web
Tugas ini di tunjukan untuk memenuhi
tugas mata kuliah konsep dasar PKN SD
Dosen bapak.ferry muhammad firdaus.spd

Disusun oleh :
Nama : DESI AGUSTINI
Kelas : PGSD B
NPM : 1086210094
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
2010-201
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat allah SWT karena berkat rahmat dan ridho nya penulis dapat menyelesaikan tugas konsep dasar kimia sd yang berjudul MODEL PEMBELAJARAN WEB Terimakasih kepada dosen pembimbing bapak fery muhammad firdaus S,pd.yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengemban tugas ini.Semoga makalah ini bisa menjadi referensi dan layak untuk di baca oleh mahasiswa yang lain. Bahan belajar mandiri ini mencangkup materi untuk peningkatan wawasan kita tentang cara mengajar dengan mengunakan model web di sekolah dasar. Peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu, dua, dan tiga berada pada rentangan usia dini. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ, EQ, dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa sehingga terkadang anak selalu bosan jika menggunakan model pembelajaran yang itu-itu saja.maka dari itu saya mohon kritik dan saran nya.
Subang 23,Desember 2011
Hormat saya
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................................................. 1-2
1.2 Rumusan masalah................................................................................................................ 2
1.3 Tujuan.................................................................................................................................. 2
1.4 Manfaat............................................................................................................................ 2-3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN WEB...................................................... 4-6
2.2 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MODEL PEMBELAJARAN WEB............... 6-10
BAB III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN............................................................................................................... 10
3.2 SARAN........................................................................................................................ 10-11
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................ 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu, dua, dan tiga berada pada rentangan usia dini. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ, EQ, dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. Pada umumnya mereka masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (berpikir holistik) dan memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkret dan pengalaman yang dialami secara langsung.
Saat ini, pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III untuk setiap mata pelajaran dilakukan secara terpisah, misalnya IPA 2 jam pelajaran, IPS 2 jam pelajaran, dan Bahasa Indonesia 2 jam pelajaran. Dalam pelaksanaan kegiatannya dilakukan secara murni mata pelajaran yaitu hanya mempelajari materi yang berhubungan dengan mata pelajaran itu. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak yang masih melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan (berpikir holistik), pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan membuat kesulitan bagi peserta didik.
holistik di sini maksudnya adalah ada suatu tema atau peristiwa yang dikaji dari sudut pandang berbagai bidang studi sehingga diperoleh pemahaman dari segala sisi (perspektif).
Bermakna di sini dimaksudkan bahwa pembelajaran tersebut memiliki saling keterkaitan antara konsep-konsep yang sedang dipelajari dan dalam bentuk/dapat diterapkan pada masalah nyata sehari-hari (real life problem).
Aktif berarti bahwa dalam pembelajaran terpadu lebih dikembangkan berdasarkan pendekatan discovery-inquiry (penemuan-inkuiri), sehingga siswa melakukan aktivitas baik secara fisik (hands on) maupun secara mental (minds on).
Selain itu, dengan pelaksanaan pembelajaran yang terpisah, muncul permasalahan pada kelas rendah (I-III) antara lain adalah tingginya angka mengulang kelas dan putus sekolah. Angka mengulang kelas dan angka putus sekolah peserta didik kelas I SD jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang lain
Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa kesiapan sekolah sebagian besar peserta didik kelas awal sekolah dasar di Indonesia cukup rendah. Sementara itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang telah masuk taman kanak-kanak memiliki kesiapan bersekolah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang tidak mengikuti pendidikan taman kanak-kanak. Selain itu, perbedaan pendekatan, model, dan prinsip-prinsip pembelajaran antara kelas awal sekolah dasar dengan pendidikan pra-sekolah dapat juga menyebabkan peserta didik yang telah mengikuti pendidikan pra-sekolah pun dapat saja mengulang kelas atau bahkan putus sekolah.Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka implementasi Standar Isi yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan, maka pembelajaran terpadu sangat penting untuk dilaksanakan di tingkat sekolah dasar, agar pembelajaran di kelas tidak monoton, menyenangkan serta bermakna bagi kehidupan peserta didik.
1.2 Rumusan Masalah
© Pengertian web...........?
© Bagaimana penerapan model web pada mata pelajaran...?
© Apa kelemahan dan kelebihan model webbed.....?
1.3 Tujuan
© Untuk mengetahui peningkatan kualitas minat belajar siswa
© Memeberikan inovasi baru dalam pembelajaran sehingga tidak jenuh
© Sebagai penyemangat siswa untuk lebih berkembang dan aktif dalam pembelajaran di kelas
1.4 Manfaat
© Lebih mengenal metode ini sebagai bahan reverensi mengajar
© Dapat di gunakan untuk bahan bacaan untuk menambah wawasan
© Bagi penulis, dapat digunakan sebagai latihan pengembangan profesional melakukan penelitian tindakan kelas dan sarana untuk lebih inovatif dalam mengembangkan variasi pengajaran.
© Bagi guru,dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk lebih kreatif dalam melaksanakan proses belajar mengajar dengan menggunakan metode spider web ini untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mencapai peningkatan hasil belajar.
© Bagi siswa dapat di gunakan sebagai acuan untuk berfikir kritis siswa melalui variasi kegiatan belajar dalam hal ini melalui metode spider web
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Model Webb( Model Jaring Laba-laba)
The Webbed Model (Model Jaring Laba-laba) yaitu merupakan salah satu model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik. Menurut Padmono dalam bukunya Pembelajaran Terpadu menyatakan Webbed menyajikan pendekatan tematik untuk mengintegrasikan mata pelajaran. Satu tema yang subur dijaring laba-labakan untuk isi kurikulum dan mata pelajaran. Mata pelajaran menggunakan tema untuk menyelidiki keseuaian konsep, topik, dan ide-ide. Karakteristik pendekatan tema ini untuk mengembangkan kurikulum dimulai dengan satu tema misalnya “transportasi”, “penyelidikan”, dan lain-lain.
Contoh dari penggunaan pembelajaran model ini adalah: siswa dan guru menentukan tema misalnya air, maka guru-guru mata pelajaran dapat mengajarkan tema air itu ke dalam sub-sub tema misalnya siklus air, kincir angin, air waduk, air sungai, bisnis air dari PDAM yang tergabung dalam mata pelajaran Matematika, IPS, IPA, dan Bahasa.
Pembelajaran model Webbed adalah pembelajaran yang pengembangannya dimulai dengan menentukan tema tertentu yang menjadi tema sentral bagi keterhubungan berbagai bidang studi dan menggunakan suatu tema sebagai dasar pembelajaran dalam berbagai disiplin mata pelajaran.
Model Webbed (jaring laba-laba) adalah model pemadu bahan dalam kegiatan pembelajaran yang memiliki keterkaitan materi yang secara metodologis dapat dipadukan dengan memilih dan memilah tema / pokok bahasan yang kemudian tema utama tersebut disebarkan ke dalam berbagai mata pelajaran. Dalam hubungan ini tema dapat mengikat kegiatan pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu (intra bidang studi) maupun lintas mata pelajaran (antar bidang studi). Model yang sering di gunakan oleh guru SD dalam kegiatan pembelajarannya adalah model jaring laba-laba. Model ini cendrung lebih mudah, baik dalam perencanaan maupun dalam pelaksanaanya dibandingkan model lainnya.
Model yang menggunakan pendekatan tematik sebagai pusat pembelajaran yang dijabarkan dalam berbagai kegiatan/ bidang pengembangan. Pembelajaran ini di mulai dengan menentukan tema yang kemudian dikembangkan menjadi subtema dengan memperhatikan keterkaitan tema tersebut dengan bidang pengembangan. Diharapkan dari pengembangan tema tersebut aktivitas anak dapat berkembang dengan sendirinya. Web juga memadukan berbagai mata pelajaran yang ada dalam kurikulum, berdasarkan tema yang dapat mengaitkan berbagai konsep, topic dan ide. Hubungan antara bidang studi terwujudkan dalam bentuk jaringan yang saling berhubungan dalam bentuk jaring laba-laba.
Webbed model (model jaring laba-laba/model terjala) yaitu Model pembelajaran yang pada dasarnya menggunakan pendekatan tematik. Pendekatan ini pengembangannya dimulai dengan menentukan tema tertentu. Setelah tema disepakati maka dilanjutkan dengan pemilihan sub- sub tema dengan memperhatikan kaitannya dengan antar mapel. Dari sub- sub tema ini direncanakan aktivitas belajar yang harus dilakukan anak. Melalui model pembelajaran ini, anak akan memperoleh pandangan hubungan yang utuh tentang kegiatan dari ilmu yang berbeda-beda. Model ini merupakan model yang sangat populer dalam kegiatan belajar mengajar khusus nya di Sekolah Dasar,model ini juga dapat meningkat minat siswa untuk lebih berperan aktif dalam kelas.
Spider web atau jaring laba-laba adalah salah satu metode mengajar yang bisa digunakan guru dalam mengembangkan kemampuan menulis siswa, siswa di ajak untuk fokus dengan topik tulisan mereka dan kreatif dalam mengembangkan ide.
Contoh
Dalam model pembelajaran ini guru memilih tema yang sama atau hampir sama dari beberapa standar kompetensi dengan lintas mata pelajaran atau pada bidang studi yang berbeda. Misal PKn dengan IPS, IPA, Matematika, dan Bahasa Indonesia. Lebih jelasnya silakan memperhatikan contoh Webbed di bawah ini



Model jaring laba-laba web
Langkah-langkah yang ditempuh dalam model pembelajaran jaring laba-laba sebagai berikut.:
© Guru menyiapkan tema utama seperti nilai – nilai sumpah pemuda, dan tema lain yang telah dipilih dari beberapa standar kompetensi lintas mata pelajaran/bidang Studi,
© Guru menyiapkan tema-tema yang telah terpilih, misalnya tema matematika, kesenian, bahasa dan IPS yang sesuai dengan tema nilai juang dalam sumpah pemuda supaya tidak over lapping,
© Guru menjelaskan tema-tema yang terkait sehingga materinya lebih luas,
© Guru memilih konsep atau informasi yang bisa mendorong belajar siswa dengan pertimbangan lain yang memang sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran terpadu.
2.2 Kelebihan dan kekurangan model webb
A. Kelebihan
© Siswa adalah diperolehnya pandangan hubungan yang utuh tentang kegiatan dari ilmu-ilmu yang berbeda;
© faktor motivasi berkembang karena adanya pemilihan tema yang didasarkan pada minat siswa;
© siswa dapat dengan mudah melihat bagaimana kegiatan yang berbeda dan ide yang berbeda dapat saling berhubungan.
© Adanya kekuatan motivasi internal yang berasal dari proses penentuan tema yang diminati anak.
© Relatif mudah digunakan
© Mempermudah perencanaan kerja tim guru
© Memudah kan anak untuk melihat berbagai kegiatan / gagasan yang berbeda.
© Memberi kejelasan meleui pendekatan
© Adanya faktor motivasional yang dihasilkan dari menyeleksi tema yang sangat diminati.
© Model jaring laba-laba relatif mudah dilakukan bagi guru-guru yang belum berpengalaman.
© Model ini mempermudah perencanaan kerja tim sebagai tim antar bidang studi yang bekerja untuk mengembangkan suatu tema ke dalam semua bidang isi pelajaran.
© Pendekatan tematik memberikan suatu payung yang jelas, yang dapat memotivasi tampak dari siswa.
© Memudahkan siswa untuk melihat kegiatan-kegiatan dan ide-ide berbeda yang terkait
B. Kekurangan
© kecenderungan untuk mengambil tema sangat dangkal sehingga kurang bermanfaat bagi siswa;
© seringkali guru terfokus pada kegiatan sehingga materi atau konsep menjadi terabaikan.
© memerlukan keseimbangan antara kegiatan dan pengembangan materi pelajaran.
© Cukup sulit dalam mementukan tema
© Guru cendrung merumuskan tema secara dangkal
© Guru tetap dituntut memenuhi misi kurikulum baku
© Dalam pembelajaran guru lebih memperhatikan kegiatan pembelajaran dari pada pengembangan konsep
© Langkah yang sulit dalam menerapkan model jaring laba-laba (webbed) adalah menyeleksi tema.
© Ada suatu kecenderungan untuk merumuskan tema yang dangkal, sehingga hal ini hanya berguna secara artifisial di dalam perencanaan kurikulum.
© Guru dapat menjaga misi kurikulum baku.
© Dalam pembelajaran, guru lebih fokus pada kegiatan-kegiatan daripada pengembangan konsep
Tahapan / langkah untuk membuat rancangan pembelajaran dengan model jaring laba-laba sbb:
© Mempelajari kompetensi dasar, hasil belajar dan indikator setiap bidang sesuai usia
© Mengidentifikasi indikator pada setiap bidang pengembangan
© Mengidentifikasi tema dan sub tema dan memetakkannya dalam jaring tema
© Menentukan kegiatan pada setiap bidang pengembangan dengan mengacu pada indikator
© Menyusun rencana kegiatan mingguan
© menyusun rencana kegiatan harian
Tema pada pembelajaran dapat dikemukakan dari hal mendasar yang selalu dapat dikembangkan, dihubungkan dengan suatu peristiwa / kejadian ,dihubungkan dengan minat anak / minat guru, dihubungkan dengan hari- hari besar/ istimewa, dihubungkan dengan kebutuhan anak dan disesuaikan dengan kurikulum sekolah.
berikut ini dikemukakan pula prinsip-prinsip dalam pembelajaran terpadu yaitu meliputi :
Prinsip penggalian tema antara lain :
Prinsip pelaksanaan web di antaranya :
Prinsip evaluatif adalah :
Prinsip reaksi, dampak pengiring (nuturan efek) yang penting bagi perilaku secara sadar belum tersentuh oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar. Karena itu, guru dituntut agar mampu merencanakan dan melaksanakan pembelajaran sehingga tercapai secara tuntas tujuan-tujuan pembelajaran. Guru harus bereaksi terhadap reaksi siswa dalam semua “event “ yang tidak diarahkan ke aspek yang sempit tetapi ke suatu kesatuan utuh dan bermakna.
Waktu pembelajaran web bisa bermacam-macam yaitu :
Waktu pembelajaran web bisa bermacam-macam yaitu :
Pembelajaran ini dikenal dengan istilah “integrated day “ atau hari terpadu. Diawali dengan kegiatan pengelolaan kelas yang meliputi penyiapan aspek-aspek kegiatan belajar, alat-alat, media dan peralatan lainnya yang dapat menunjang terlaksananya pembelajaran terpadu. Dalam tahap perencanaan guru memberikan arahan kepada murid tentang kegiatan yang akan dilaksanakan, cara pelaksanaan kegiatan, dan cara siswa memperoleh bantuan guru.
Implikasi dari pembelajaran terpadu, bentuk hari terpadu, guru harus menentukan waktu maupun jumlah hari untuk pelaksanaan kegiatan tersebut dan dapat diisi dengan kegiatan pembelajaran terpadu model jaring laba-laba;
Implikasi dari pembelajaran terpadu, bentuk hari terpadu, guru harus menentukan waktu maupun jumlah hari untuk pelaksanaan kegiatan tersebut dan dapat diisi dengan kegiatan pembelajaran terpadu model jaring laba-laba;
Pembelajaran terpadu yang terbentuk dari tema sentral.
Implementasinya menuntut dilakukannya pengorganisasian kegiatan yang telah terstruktur. Pengorganisasian pada awal kegiatan mencakup penentuan tema dengan mempertimbangkan alat, bahan, dan sumber yang tersedia, jenis kegiatan serta cara guru membantu siswa. Untuk pelaksanaanya guru bekerjasama dengan guru kelas lainnya dalam merancang kegiatan belajar mengajar dengan memilih tema sentral transportasi dalam kehidupan Dalam tulisan ini, bentuk pembelajaran terpadu dilaksanakan secara periodik
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpilan
Webbed model (model jaring laba-laba/model terjala) yaitu Model pembelajaran yang pada dasarnya menggunakan pendekatan tematik. Pendekatan ini pengembangannya dimulai dengan menentukan tema tertentu. Setelah tema disepakati maka dilanjutkan dengan pemilihan sub- sub tema dengan memperhatikan kaitannya dengan antar mapel. Dari sub- sub tema ini direncanakan aktivitas belajar yang harus dilakukan anak. Melalui model pembelajaran ini, anak akan memperoleh pandangan hubungan yang utuh tentang kegiatan dari ilmu yang berbeda-beda. Model ini merupakan model yang sangat populer dalam kegiatan belajar mengajar khusus nya di Sekolah Dasar,model ini juga dapat meningkat minat siswa untuk lebih berperan aktif dalam kelas.
3.2 Saran
A.Bagi kepala sekolahDAFTAR PUSTAKA
Aisyah, siti . (2007). Pembelajaran Terpadu. Jakarta : Universitas Terbuka
Jamaris, Martini . ( 2006) . Perkembangan dan Pengembangan Anak Usia Taman Kanak-kanak. Jakarta : PT Gramedia Widiasaran Indonesia.
Tim Pengembang PGSD. 1996. Pembelajaran Terpadu D-II PGSD dan S-2 Pendidikan Dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tin
Langganan:
Komentar (Atom)